Rupiah menembus rekor terlemah Rp17.645/USD. IHSG anjlok 22,25% year-to-date. Headline pertumbuhan 5,61% bersifat menyesatkan — didorong front-loading belanja pemerintah. Underlying growth hanya 4,89%.
"Problem utamanya bukan ekonomi tidak tumbuh, melainkan pertumbuhannya makin mahal untuk dipertahankan."
Konvergensi empat shock — geopolitik minyak, kebijakan moneter ketat global, defisit fiskal yang melonjak, dan kerapuhan struktural domestik — bertemu di satu titik.
| Metrik | Krisis 1998 | Mei 2026 | Verdict |
|---|---|---|---|
| {c.metric} | {c.v1998} | {c.v2026} | {c.verdict} |
Belanja Q1-2026 melonjak 31,4% YoY ke Rp815T — penyerapan 21,2% pagu, anomali vs rata-rata historis 17%. 36,8% dari ceiling defisit setahun sudah terpakai dalam satu kuartal.
{s.desc}